Sabtu, 24 November 2012

Perbandingan antara HD dengan CAPD


Perbandingan antara HD dengan CAPD
            Pasien Gagal Ginjal pada umumnya memilih terapi pengganti fungsi ginjal dengan cara Cuci Darah, istilah medisnya Hemodialisis (HD), karena dianggap lebih sederhana, praktis dan murah. Padahal sekarang para pasien di Negara-negara maju banyak yg sudah beralih ke CAPD, bahkan Negara tetangga saja sudah sejak tahun 1980-an mempraktekannya. Singapura, Thailand, Malaysia, Philipina, Cina dll. Di Negara tersebut para pasien yg baru divonis gagal ginjal kronis/terminal akan langsung dioperasi pasang cateter di perutnya agar bisa melakukan refil (isi ulang) cairan ke dalam perut. Bahkan cairan Dianeal yang merupakan kebutuhan pokok pasien CAPD di Indonesia pun sampai sekarang masih di impor dari Singapura.

Agar lebih jelas mengetahui perbedaan antara cuci darah (HD) dengan cuci perut (CAPD), silakan Anda perhatikan bagian berikut ini:

No.
Peri Hal
HD (Hemo Dialysis)  atau Cuci Darah

CAPD (Continues Ambulatory Peritoneum Dialysis) atau Cuci Perut
1
Fungsi
Menyaring racun darah dan mengeluarkannya bersama cairan tubuh, agar darah menjadi bersih.
Menyerap racun darah dan kelebihan cairan pada tubuh pasien dengan system difusi melalui membran peritoneum di dalam perut.
2
Proses
Darah dialirkan ke mesin penyaring racun melalui selang yang ditusukkan dengan jarum vistula pada urat nadi di pangkal paha (selangkangan jika belum memiliki Ave-shunt) untuk menyalurkan darah keluar dan satu jarum lagi di tangan untuk memasukkan darah yg sudah bersih. Jarum vistula bisa dipasang keduanya di tangan bila sudah operasi Ave-shunt.
Sebelum melakukan refill(isi ulang) pasien harus menjalani operasi pemasangan cateter di perut sebelah kanan. Melalui satu cateterlah cairan masuk dan keluar, karena cairan yg akan diisi sudah dilengkapi dg kantong yg kosong untuk pembuangan makanya disebut twinbag Dianeal yg hanya sekali pakai. Tidak membutuhkan mesin, karena hanya menggunakan gaya gravitasi baik untuk pengeluaran cairan, maupun pemasukkan cairan.

Tempat
Harus dilakukan di rumah sakit tertentu yang memiliki fasilitas ruangan khusus untuk hemo dialysis.
Dapat dilakukan di mana saja, asal bersih, baik di rumah, di dalam mobil bahkan di tempat wisata.

Waktu
Setiap kali cuci darah membutuhkan waktu selama 4 s.d.5 jam dalam periode 2 s.d. 3kali per minggu. Banyak tambahan waktu yang dibutuhkan untuk menunggu giliran, pemasangan alat dan pencabutan alat.
Satu kali refill hanya membutuhkan waktu 20 s.d. 30 menit, setiap hari sebanyak 3 atau 4 kali refill.

Menu Makanan dan Minuman
Makanan yang berkelium tinggi terutama santan, buah-buahan dan sayuran hanya diperbolehkan dalam porsi yang sangat kecil.Contohnya, sebuah apel Fuji hanya bisa dikonsumsi ¼ s.d. 1/3-nya satu kali dalam sehari. Volume air minum juga sangat terbatas. Sangat dianjurkan banyak makan protein.
Asupan gizi yg mengandung protein harus  dua kali lipat porsi makan orang sehat! Makan minum lebh bebas. Kita bisa memakan apel Fuji 2 s.d.3 buah per hari bahkan makan sayuran pun boleh. Lotek, karedok, rujak hiris, rujak ulek, rujak bebek, dll masih bisa kita konsumsi dalam porsi yang cukup, tetapi jangan berlebihan. Volume air minum bisa banyak disesuaikan dengan akumulasi cairan yang terserap dianeal setiap harinya.

Biaya
Biaya operasi Ave-shunt ( Cimino) untuk memperbesar pembuluh darah di tangan,transfort menuju tempat HD 2 s.d.3 kali per minggu besarnya tergantung jarak tempuh, biaya proses HD jika tak memiliki kartu jaminan Askes atau sejenisnya, juga obat-obatan.
Biaya operasi pemasangan carteter memang cukup tinggi sekitar 25 jutaan, tapi bagi peserta Askes tak jauh beda dengan pasang Ave-shunt, tak ada biaya transfor bolak-balik ke rumah sakit, paling sebulan sekali beli cairan sekitar 5 jutaan (peserta Askes gratis), obat-obatan yg dikonsumsi semakin berkurang, kecuali betadin, NaCl, kassa dan plester untuk dressing tutup execite.

Kebutuhan Tenaga Medis
Sangat membutuhkan bantuan tenaga medis yang professional, untuk memasang dan mencabut jarum vistula.Harus selalu dalam pengawasan perawat/dokter jaga, karena banyak resiko yang terjadi saat HD berlangsung.
Tidak membutuhkan bantuan tenaga medis yang professional, seperti dokter jaga dan perawat, karena bisa dilakukan sendiri atau bantuan anggota keluarga,setelah kita mengikuti pelatihan selama tiga hari.

Efek Samping/ dampak negatif
Sering mengalami kram akibat dehidrasi karena terlalu banyak cairan yg tersedot mesin, menggigil kedinginan, pusing, mual-mual, muntah, tensi ngedrop tiba-tiba, sesak napas bahkan sampai pingsan. Biasanya badan jadi lemas, karena terkuras energy dan saripati makanan dalam darah kita. Kehilangan nafsu makan,bahkan lidahpun mati rasa.  Esoknya badan masih terasa loyo. Lusanya baru mulai bertenaga lagi, itu pun kalau asupan gizinya bagus! Hari ke-3 atau ke-4 harus siap-siap HD lagi. Kulit akan semakin hitam, karena penumpukkan Fe di permukaan kulit yg tidak terbuang, gatal-gatal seluruh tubuh, osteoporosis, dan sulit tidur. Sisa fungsi ginjal semakin berkurang, akhirnya urine pun tak bisa keluar lagi. Kerja jantung semakin berat saat HD berlangsung, sehingga jantung pun beresiko tinggi mengalami gangguan. Jika terjadi uremia, sesak napas atau hiper kalemia harus cepat datang ke tempat HD, di mana pun dan kapan pun kita berada, jangan menunggu sampai esok harinya! Kalau tidak cepat diambil tindakan, maka akibatnya…..saya tak berani mengatakannya.  
Sekali-kali perut terasa kembung, gatal-gatal, pegal linu atau kurang tidur. Bisa juga mual-mual sampai muntah, karena hiper kalemia.
Jika  mengalami hiper kalemia, atau sesak napas akibat terlalu banyak minum, kita bisa mengatasinya dengan mempercepat waktu periode refil sehingga refill bisa dilakukan sampai dengan 5 kali. Agar kalium yang berlebih cepat terbuang.



Dampak Positif
Bisa mengeluarkan racun dalam darah dan kelebihan cairan di tubuh.
Selain bisa mengeluarkan racun dalam darah dan kelebihan cairan dalam tubuh, sisa fungsi ginjal akan lebih awet dipertahankan. Kerja jantung akan ringan,karena bukan darah yang terpompa jantung harus dikeluarkan dulu, sehingga mengurangi resiko serangan jantung. Badan akan terasa selalu lebih bugar dari pada saat HD. Nafsu makan stabil. Tensi darah semakin lama semakin mendekati normal yang pada akhirnya menjadi normal kembali dan tidak perlu mengkonsumsi obat penurun tensi. Permukaan kulit tidak kehitam-hitaman, karena tidak ada penumpukkan Fe.

           

            Mengapa pasien tidak memilih transplantasi (cangkok ginjal), agar bisa hidup normal kembali dan terhindar dari ketergantungan cuci darah seumur hidup? Alasannya, karena faktor ekonomi untuk penyediaan ginjal pengganti, operasi transplantasi, dan pemeliharaan masa adaptasi selama dua tahunan yg begitu tinggi. Bahkan resiko keberhasilannya yg fivety-fivety.


            Tulisan ini hanyalah untuk berbagi pengalaman, bukan berdasarkan kajian ilmiah secara medis, sehingga mungkin saja ada kekeliruan atau salah penulisan istilah mohon  maklum atas segala kekurangannya. Terima kasih! Mudah-mudahan menjadi tambahan pengetahuan bagi kita semua. Aamiin!

3 komentar:

  1. hallo Bang Qory.. salam kenal,,, saya juga pakai CAPD sdh 14 bulan terakhir ini..... saya pakai dialisat 7,5% pagi, 1,5% sore, dan 1,5% malam,, jadi sehari 3 kali ganti dialisat.... ingsya alloh kalo lagi main ke Jkt, mampir ke tempat saya di Lebak BUlus,, ingsya Alloh kalo saya ke Garut boleh ga mampir ke ente.....OK..... tetap semangat yah...........salam...........

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas informasi yang sudah disampaikan ini, sangat bermanfaat sekali obatpenyakitginjal

    BalasHapus
  3. Cairan capd nya dimana belinya pak? Info dari petugas medis di malang katanya skr susah

    BalasHapus